Saya menjalani operasi LASIK pada tanggal 9 Juli 2008. Sebelum mengambil keputusan untuk menjalani operasi mata tersebut, saya secara pribadi merasa was-was dan masih kurang mendengarkan testimoni dari orang-orang yang sudah mengalami operasi LASIK itu.
Di Internet, kebanyakan yang saya temui adalah tentang apa itu LASIK, teknik operasinya, keunggulannya, kecanggihan alatnya, Rumah sakitnya, dokter-dokternya sampai pada fasilitas fisik yang disediakan. Tetapi saya jarang sekali dapat menemukan cerita pengalaman orang-orang yang telah mengalami LASIK itu. Padahal, sebagai orang yang akan menyerahkan matanya (yang tak ternilai harganya ini) untuk diobok-obok, tentunya kita ingin sekali mengetahui sisi negatif yang mungkin akan kita temui sewaktu, setelah operasi LASIK itu.
Tulisan ini adalah kesaksian pribadi saya, tanpa ingin mengurangi segala hormat dan terima kasih saya kepada dokter, perawat dan pihak rumah sakit yang telah bekerja dengan sangat baik sehingga sekarang mata saya tidak memerlukan kacamata lagi untuk melihat. Saya sudah bisa melakukan kegiatan olahraga yang dulunya tidak bisa dilakukan karena harus selalu memakai kacamata.
Sebelum operasi: Kondisi kedua mata saya minus 9 dan silinder 100. Memakai kacamata sejak SD kelas 5. Karena terlalu tebalnya kacamata saya, maka lensanya tidak bisa menggunakan plastik lagi. Kacamata saya rasakan sangat berat dan mengganggu. Umur saya sewaktu menjalani LASIK 43 tahun. Jadi bisa dibayangkanlah betapa lamanya saya menderita karena harus menggunakan kacamata.
Keluhan terakhir sehingga saya harus memutuskan untuk LASIK adalah karena kepala saya tiap hari sakit, badan rasa keringat dingin ketika harus mengerjakan tugas di kantor, seperti mengetik di komputer, menulis dll. Setelah beberapa lama menganalisa, saya ambil kesimpulan bahwa mungkin mata saya sudah ada plus nya, maklumlah umur sudah 40 an tahun. Saya ke optik untuk beli kaca mata dan akhirnya dapat kaca mata progresif (yang ada minus dan plusnya). Tetapi masih tidak menolong. mata makin penat, kepala makin sakit. Seorang sahabat saya berkata, mungkin mata saya terlalu dipaksakan, dari minus tinggi harus langsung baca plus.
Akhirnya setelah sekian lama cari info sama teman, browsing internet dan terutama karena didorong keinginan supaya kepala tidak sakit lagi, saya minta surat pengantar di dokter mata yang ada di Makassar agar dapat di lasik saja di Jakarta. Dokter saya langsung memeriksa dengan USG dan berkesimpulan matanya sehat boleh di lasik. Dengan demikian makin mantaplah hatiku untuk menyerahkan kedua mataku ini untuk dipermak di Jakarta. Tapi sekali lagi, ehmm jauh di hati saya masih ada secercah keraguan bagaimana dengan efek negatif tindakan LASIK ini. Inilah yang saya tidak/ belum dapatkan di internet. Kawan-kawan yang telah menjalani LASIK cuman bisa memberitahukan bahwa mereka sekarang sudah tidak pakai kacamata. Tetapi proses detail menuju kesembuhan itu tidak diceritakan dengan lengkap.
Persiapan sebelum LASIK.
Setelah bertekad 100%, saya menelpon ke 2 buah Rumah sakit mata di Jakarta, yaitu Jakarta Eye Centre dan Klinik Mata Nusantara. Dan membuat perjanjian untuk dapat diperiksa kapan. Memilih dokter juga merupakan hal yang membingungkan pertamanya. Tetapi setelah mencocokkan dengan waktu saya untuk ambil cuti ke Jakarta akhirnya saya putuskan operasi di Jakarta Eye Centre di daerah Menteng. Pilihan ini adalah semata-mata karena faktor dekat dengan tempat saya menginap di Jakarta. Maklumlah saya dari Makassar. Bukan dikarenakan hal-hal lain. Pendapat saya untuk kualifikasi dokter LASIK tentu mereka sudah jago semua, untuk urusan Rumah Sakit keduanya tentu memberikan fasilitas yang sama bagus. “They have an equally expertise”
Persiapan yang harus kita lakukan adalah mengikuti syarat-syarat untuk di LASIK, antara lain Harus melepas kontak lens untuk waktu minimal sekian bulan dll. Ini semua bisa dibaca di internet. Tetapi pesiapan yang saya ingin ingatkan pembaca adalah Jangan lupa membawa teman/ keluarga yang bisa membantu menyelesaikan mulai urusan administrasi pembayaran sampai urusan tetek bengek setelah kita di operasi LASIK. Jangan pernah berpikir, habis di Lasik kita bisa pulang sendiri nyetir mobil atau jalan kaki seperti orang normal yg habis dioperasi bisul gitu. Setelah Operasi LASIK, pasien perlu bantuan dari orang lain!
Pemeriksaan Awal.
Siang hari 9 Juli 2008, datang ke JEC jam 14.00. Setelah mengisi formulir pendaftaran dan antri untuk pemeriksaan awal, pemeriksaan dimulai dengan test tekanan bola mata dan test-test lainnya. Untuk yang ini aku tidak terlalu paham. Untuk pasien lasik dilanjutkan dengan pemetaan bola mata yang akan memberikan hasil printout warna tentang kondisi bola mata kita. Pemeriksaan ini tidak sakit kok. Cuman mata agak sedikit hangat saja. Sama sekali tidak sakit.
Terus saya diperiksa oleh Prof. Istiantoro Sp.M dan karena saya kasih tahu saya dari luarkota Beliau langsung menawarkan untuk langsung di lasik saja, tidak usah pulang lagi karena semua sudah memenuhi syarat operasi. Saya pun langsung OK saja.
Sambungannya dong gak sabarin nih, soalnya sy juga berencana akan di lasik. Mata saya minus 8 sejak kelas 6 SD. Dari Makassar juga
Pak Adiprana Yth,
Trims buat komentarnya di weblog kami.
Kami infokan bahwa pengalaman lasik 2 sudah saya publish. silahkan dibaca ya.
Semoga bisa membantu bapak.
Oh ya, jangan lupa referensikan weblog saya ini ke teman-teman mu ya. Supaya bisa berguna untuk membantu banyak orang.
Trims.
Salam,
Petock
cerita selanjutnya aku tunggu ya.
Mbak Ella, cerita sambungannya sudah dimuat di blog.
Selamat membaca.
Trims for your support.
saya mau denger cerita selanjutnya soalnya ku jg cita-cita pingin di lasik juga
Saya sangat senag dapat baca blog bapak ini. Terus terang saya juga niat lasik di JEC. Sy berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang lasik dan pengalaman dari orang yang pernah lasik.
Terima kasih bapak telah share pengalaman ini. Kemarin Hari Selasa, 8 Des 2009 saya cek mata keseluruhan di JEC kebon jeruk, infonya di sana ada alat terbaru lasik yakni z lasik, makanya saya putuskan periksa disana dan ketemu dengan prof. Istiantoro langsung. Mata di cek lengkap. Minus saya 6 dan sedikit silinder 100. pakai kaca mata sejak kelas 2 SMP dan usia sekarang 34 tahun. Betapa ngak nyamannya berkaca amta sekian tahun lamanya.
Hasil cek ketebalan kornea mata saya 400 sekian padahal menurut prof. jika menggunakan alat Z lasik ketebalan kornea harus minimal 520, makanya Bliau sarankan intralasik di JEC Menteng. Saya butuh dukungan untuk nguatin dan hilangkan rasa takut dag, dig, dug saat lasik nanti.
bisakah saya hubungi bapak untuk share dalam hal lasik ini?
Salam
Rhama
Dengan senang hati saya bisa dihubungi ya. jangan deg-degan lah.. mereka sdh ahli lah..
Ehmm….betul2 luar biasa. tapi yang menjadi pertanyaan saya seberapa lamakah ketahanan hasil operasi Z-Lasik itu pak???
apakah hanya bertahan 1,2 atau bertahan seumur hidup???
karena akan sangat mahal sekali jika hasil operasi lasik itu hanya mampu bertahan sebentar saja….
apalagi klo ada pasien yang kondisi ekonominya pas-pasan saja…
Bams yth,
Pertanyaanmu bagus. Memang ketahanan efek positif dari lasik itu yang kita pertanyakan sebelum ambil keputusan mau lasik atau tidak. Secara teoritis, kornea yg sudah dibentuk oleh lasik akan bertahan seterusnya. Perubahan penglihatan akan terganggu oleh faktor lain, misalnya katarak atau perubahan bentuk bola mata sehingga menjadi minus atau plus (kalau mata sdh mulai tua) ini semua adalah alamiah. Tetapi setidaknya lasik tidaklah rugilah.. ini pengalaman saya loh.
mas blog anda sangat membantu saya dalam memberikan ilustrasi lasik..kebetulan saya berminat untuk lasik…proses konsultasi setelah lasik apa harus ke jakarta atau bisa dengan dr spesialis mata di daerah? soalnya kebetulan saya tinggal di luar jakarta…kalo bisa mungkin mas bisa saya hubungi untuk minta penjelasan yang lebih detail? terima kasih sebelumnya…
oh ya mas cilinder mas sebelum lasik berapa 1 atau 100? mohon penjelasannya? apa cilindernya juga sembuh total setelah dilasik?
silinder saya sebelum dilasik adalah 125. Setelah dilasik, rasanya sih sdh tdk ada. Karena tanpa kacamata sekarang sudah bisa melihat jelas
pak klo lasik tuh apa rasanya??? trus apa aja syarat-syaratnya??trus klo udah dilasik apa efek sampingnya??? krn saya takut sekali lasiknya gagal. apakah dijamin 100 % berhasil? mohon balasannya
Jawab:
Kalo proses operasinya ndak terlalu sakit krn mata dibius lokal. Cuma selama proses operasi agak sedikit tidak enak krn otot mata tertarik-tarik, tapi itu wajarlah.
Syarat2nya yg tahu pasti tentu dokternya. Sebelum dilasik tentu mata kita akan diperiksa dengan alat-alat canggih untuk pastikan bisa dilasik atau tidak.
Kalo tentang jaminan 100% berhasil, saya ndak ada kompetensi menjawabnya ya. Sebaiknya ditanyakan ke dokternya aja. Opini saya walaupun alat secanggih apapun, yg paling penting tetaplah “the man behind the gun”
Jangan takutlah.. krn setelah lasik saya sdh ndak pake kacamata sampai skrang. GBU
pak petock…saya minta email anda donk…saya sudah 6 hari searching mengenai lasik dan berakhir dg senang ketika jumpa blog2 karay pak petock
ini email saya jonatan_franklin@yahoo.com