<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Petock&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://petock.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://petock.wordpress.com</link>
	<description>Let&#039;s make peace on our only begotten earth</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 03:59:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='petock.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Petock&#039;s Weblog</title>
		<link>http://petock.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://petock.wordpress.com/osd.xml" title="Petock&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://petock.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>LASIK Pengalaman Pribadiku (2 &#8211; Habis)</title>
		<link>http://petock.wordpress.com/2009/02/07/lasik-pengalaman-pribadiku-2-habis/</link>
		<comments>http://petock.wordpress.com/2009/02/07/lasik-pengalaman-pribadiku-2-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 08:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petock</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[LASIK]]></category>
		<category><![CDATA[operasi mata]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petock.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Ruang Tunggu operasi. Setelah pemeriksaan oleh dokter, lalu kami (saya &#38; istri) mendaftar di Bag. Ruang operasi. Biayanya sudah diberitahukan yaitu 9,6 juta untuk 1 mata (Juli 2008). Jadi saya harus sedia 19,2 jt untuk 2 mata belum termasuk ongkos nginap di hotel dan juga ongkos pesawat terbang. Jika operasinya di JEC Menteng, banyak pasien [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petock.wordpress.com&amp;blog=3384392&amp;post=7&amp;subd=petock&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ruang Tunggu operasi.</strong></p>
<p>Setelah pemeriksaan oleh dokter, lalu kami (saya &amp; istri) mendaftar di Bag. Ruang operasi. Biayanya sudah diberitahukan yaitu 9,6 juta untuk 1 mata (Juli 2008). Jadi saya harus sedia 19,2 jt untuk 2 mata belum termasuk ongkos nginap di hotel dan juga ongkos pesawat terbang.</p>
<p>Jika operasinya di JEC Menteng, banyak pasien yang menginap di hotel Marcopolo. Kira-kira 400 mtr dari JEC jalannya lurus aja gitu. Tapi jangan pernah mengecilkan jarak ini dengan berkata &#8220;oh.. dekat kok.. bisa jalan kaki aja.&#8221; Saya mau beritahukan ya.. saya pertamanya gitu juga. waduh.. ternyata setelah operasi aku tidak sanggup jalan lagi walaupun jaraknya dekat gitu. Mata rasa cekot-cekot karena pengaruh anestesinya habis, penglihatan kabur seperti ada asap tebal warna putih disertai rasa mata perih dan mual.</p>
<p>Oke kembali ke kamar operasi lagi. Antriannya ada 4 orang di depan saya. Proses operasi bisa disaksikan langsung melalui jendela kaca besar yang sengaja dipasang untuk kita yang mau mengamati jalannya operasi itu. Sepintas lalu terlihat operasinya cuman sekitar 20 menit untuk satu mata. Dokter dan perawatnya terlihat sudah lancar sekali tidak canggung dan kagok. Kelihatannya begitu mudah aja. Selesai operasi, pasien lalu langsung keluar dengan diantar oleh perawat. diminta duduk istirahat dulu di sofa. Ada pasien yg keluar dengan senyum-senyum, ada yang meringis seperti orang ketakutan yang sudah lega karena sudah melewati hal yang menakutkan.</p>
<p>Jam 18.00 namaku dipanggil untuk di Lasik.  Sesudah menggunakan pakaian operasi lengkap sama tutup kepala aku diminta berbaring di meja operasi untuk yang digunakan untuk membuat flap mata. Oh ya, di dalam Ruang operasi ini ada 2 peralatan yang mencolok. Semuanya ada tempat untuk pasien berbaring. Yang pertama adalah peralatan untuk membuat flap (mengiris kornea mata dengan laser) dan yang kedua adalah meja operasi untuk mata kita ditembak dengan laser.</p>
<p><strong>Pembukaan Flap.</strong></p>
<p>Proses pertama adalah mata kita akan diiris untuk pembuatan flap. Pasien disuruh tidur di alat yang pertama. Ada alat terasa seperti kawat (saya tidak tahu persis bentuknya) dipasang di mata lalu suction dinyalakan. Suction ini mengisap mata kita agar keluar sedikit dari tempatnya sehingga ada ruang untuk diiris. Proses ini adalah proses yang paling menyakitkan dari seluruh proses lasik. Yang sakit bukan matanya tetapi rasa sakit terasa pada otot yang menahan bola mata kita. Sewaktu bola mata diisap/ditarik keluar, otot yang menahannya terang aja menegang sehingga rasanya sakit. Mau tahu rasa sakitnya? Hmm.. gimana ya.. rasin sendiri deh. Sulit digambarkan. Rasanya anestesi hanya untuk mata kita, ototnya tidak kena bius. Tetapi sabar saja, sakitnya masih bisa ditahan kok.</p>
<p>Setelah semuanya pada posisi yang betul, asisten dokter menghitung mundur untuk 30 detik. Pas detik ke tigapuluh kornea sudah diiris. sewaktu kawat suction dilepas, wow lega sekali rasanya. Tapi perasaan kuatir ini belum berakhir. Kalau mau lasik 2 mata, tentu proses ini harus dilalui sekali lagi.</p>
<p><strong>Penyinaran Laser.</strong></p>
<p>Pasien lalu pindah ke meja operasi yang kedua. Bentuknya ada meja untuk pasien berbaring lalu diatas mata kita ada ala penembak laser dan mikroskop kamera.</p>
<p>Pasien berbaring sambil menatap pada lampu merah dalam mesin, lalu Dokternya mulai meneteskan obat mata yg ada anestesinya gitu. Bola mata jangan goyang, harus konsentrasi terus menatap lampu merah. Bola mata saya beberapa kali bergerak dan kena teguran dokter. &#8220;jangan goyang matanya&#8221; gitu tegurnya.</p>
<p><strong>Penopang kepala tidak ergonomis.</strong></p>
<p>Terus terang, sewaktu sedang dikerjakan, saya tidak terlalu merasakan kesakitan di mata. Tetapi yang paling mengganggu adalah bagian belakang leher saya yang penat karena harus menopang kepala dengan posisi yang tidak sempurna. Di tengah proses operasi,  saya bertanya-tanya dalam hati. Kok designnya tidak dibuat lebih ergononis gitu, pas dengan belakang leher kita. Saya sarankan, sebaiknya meja operasi itu diberikan bantal kepala untuk mengganjal kepala kita. Ini adalah penderitaan yang paling besar deh.. leher musti menopang kepala dan tidak bisa bergerak selama kurang lebih 10 menit. Wow penat skalee, belakang leher ini. Sampai rasanya harus diberikan balsem.</p>
<p>Jadi, bola mata jangan digerakkan, dan selama sekian detik laser akan ditembakkan ke mata kita dan membentuk mata kita sesuai dengan yang telah ditentukan dokter. Mata sih tidak terasa sakit, cuma tercium bau terbakar. Laser membakar jaringan mata.</p>
<p><strong>Akhir Operasi.</strong></p>
<p>Setelah selesai dilaser, flap mata ditutup kembali oleh dokter. Lalu diberikan tetes mata. Dan operasi sudah selesai. Pasien bisa meninggalkan ruang operasi.</p>
<p><strong>Pasca Operasi.</strong></p>
<p>Keluar dari Ruang Operasi, Pasien diberikan kacamata berbentuk gogle supaya debu tidak masuk dan kalau mandi, mata jangan kena air dan sabun.</p>
<p>Penglihatan kita akan kabur. Seperti ada kabut tebal. Kita menenangkan diri dulu di sofa. Nah proses selanjutnya adalah pembayaran. Disinilah pentingnya bawa pendamping. Jangan pernah berpikir pasien sendiri yang akan menyelesaikan pembayaran dan tetek bengek lainnya. Tidak bisa lah itu! Setelah operasi, pasien cuma bisa istirahat dan mata mulai rasa &#8216;sepet&#8217; karena pengaruh anestesinya sudah berangsur-angsur hilang. Ini adalah saat-saat yang memerlukan ketabahan. Jangan pernah berpikir mau cepat-cepat bisa liat normal gitu. Dokter memberikan 2 jenis obat tetes mata. Tobradex &amp; Cenfresh.</p>
<p>Setelah pembayaran semua selesai, kami pulang ke hotel. Perasaan saya waktu itu ada rasa mual dan rasa takut kalau-kalau operasi tidak berhasil. Semuanya bercampur jadi satu.</p>
<p><strong>1 Hari setelah Lasik.</strong></p>
<p>Besok paginya, kami kembali lagi ke tempat prakteknya dokter untuk kontrol hasil operasi. Saya diperiksa langsung sama Profnya kembali.  Sewaktu diperiksa, wow ternyata saya bisa membaca tulisan-tulisan dari yang besar sampai yang kecil tanpa kacamata! Saya sampai kaget gitu loh.. maklumlah saya sudah tidak percaya diri lagi membaca tanpa kacamata, saking lamanya saya pakai kacamata.</p>
<p>Prof bilang semuanya OK. Perlengketan flap bagus! Boleh pulang.</p>
<p>Pulang, mata masih rada sepet, kabur dan yang paling mengejutkan adalah Saya Tidak bisa baca Surat Kabar! Mata tidak bisa fokus ke huruf-huruf yang tercetak di koran! Waduh.. panik juga rasanya. Lalu saya telpon teman saya yang sudah operasi lasik, dia bilang memang pertama begitu, tapi nanti setelah 2 minggu baru mulai bisa membaca.</p>
<p>Dalam proses penyembuhan ini, tetes mata harus tetap digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Mata masih merah, gatal dan teasa kasar.</p>
<p><strong>2 minggu setelah lasik.</strong></p>
<p>Mataku berangsur-angsur bisa melihat dengan terang. Melihat benda-benda jauh sudah baik dan jelas. Tetapi terasa bahwa mata ini belum normal betul. Rasa &#8216;sepet&#8217;  dan gatal di mata masih ada. Jangan lupa untuk rajin-rajin tetes mata. Mata merah tiap bangun pagi. Baca surat kabar sudah mulai bisa, walaupun agak memaksa.</p>
<p><strong>1 bulan setelah lasik.</strong></p>
<p>Pas 1 bulan setelah lasi, saya pas dapat kesempatan ke Jakarta lagiuntuk rapat urusan kantor. Kontrol lagi ke tempat prakteknya Prof. Dan setelah diperiksa, hasilnya bagus. Boleh beraktifitas lagi secara normal. Oh ya, untuk pemeriksaan ini saya tidak dikenakan biaya sama sekali.</p>
<p>Keluhan yang masih ada ialah mata kadang-kadang masih terasa gatal dan kasar, pandangan malam jika melihat kearah lampu akan timbul efek seperti bintang. Mata merah setiap bangun pagi, tetapi segera hilang sehabis diberikan tetes mata. Baca surat kabar sudah bisa, tetapi mata masih cepat lelah.</p>
<p><strong>6 bulan setelah lasik</strong></p>
<p>Penglihatan jauh sudah bagus, efek bintang itu sudah hampir hilang. Tetapi mata terasa gatal dan merah masih sering ada. Tetes mata pakai cenfresh bisa mengatasi semua ini. Baca surat kabar dan dokumen dikantor sudah tidak masalah. Mata sudah tidak lelah.</p>
<p><strong>8 bulan setelah lasik.</strong></p>
<p>Pandangan mata sudah jelas, efek bintang sudah tidak ada. Mata merah ketika bangun pagi masih ada tapi frekuensi sudah berkurang banyak. Tetapi kalau sudah tetes cenfresh mata merahnya jadi tidak ada lagi.</p>
<p><strong>11 bulan setelah Lasik</strong></p>
<p>Pandangan sudah OK. Mata masih sering merah pada waktu bangun pagi. diberikan tetes mata sudah ok lagi. Sekarang sudah lebih sering tidak menggunakan kacamata lagi kalo keluar.</p>
<p><strong>1 tahun setelah Lasik</strong></p>
<p>Penampilan saya sehari-hari kebanyakan sudah tidak berkacamata. Mata sudah OK, cuma masih sering gatal dan cepat lelah dan mata rada merah kalau sudah lelah. Tapi kalau sudah diberikan obat tetes mata Cenfresh sudah akan langsung segar kembali. Hmm sekarang persediaan obat tetes mata jadi keharusan deh.. Kalau orang lain mungkin uang sakunya dibelikan rokok atau gula-gula penyegar mulut, hmm saya jadinya dibelikan cenfresh lah.</p>
<p><strong>15 bulan setelah lasik</strong></p>
<p>Pemakaian tetes mata ternyata telah menyebabkan alergi jika dipakai berkepanjangan.  Mata terasa sangat gatal. Pertama saya tidak mengetahuinya. Saya percaya aja, kalau gatal tetes mata saja. Tetapi akhirnya saya hentikan tetes mata itu dan mata jadi tidak gatal lagi. Mulai sekarang tetes mata sudah saya tinggalkan. Pesan saya, jika sudah digunakan dalam waktu lama, penggunaan tetes mata harus dihentikan.</p>
<p><strong>Penutup.</strong></p>
<p>Untuk teman-teman pembaca yang mau lasik, kiranya pengalaman pribadiku ini bisa dijadikan tambahan referensi. Pesan saya, jangan takut. Carilah info sebanyak-banyaknya sebelum lasik dan percayalah dokter-dokter yang menanganinya sudah ahli di bidangnya ini.</p>
<p>Bila masih ada yang ingin ditanyakan perihal pengalaman lasik, kiranya jangan sungkan untuk email ke saya. Saya akan dengan senang hati membantu. Bye-bye kacamata.. (Habis)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petock.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petock.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petock.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petock.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petock.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petock.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petock.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petock.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petock.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petock.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petock.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petock.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petock.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petock.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petock.wordpress.com&amp;blog=3384392&amp;post=7&amp;subd=petock&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petock.wordpress.com/2009/02/07/lasik-pengalaman-pribadiku-2-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>89</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4745a98f8decb2a4f0d31e64370512d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petock</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LASIK pengalaman pribadiku (1)</title>
		<link>http://petock.wordpress.com/2008/11/12/lasik-pengalaman-pribadiku-1/</link>
		<comments>http://petock.wordpress.com/2008/11/12/lasik-pengalaman-pribadiku-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 08:02:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petock</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[LASIK]]></category>
		<category><![CDATA[operasi mata]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman pribadi dilasik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petock.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Saya menjalani operasi LASIK pada tanggal 9 Juli 2008. Sebelum mengambil keputusan untuk menjalani operasi mata tersebut, saya secara pribadi merasa was-was dan masih kurang mendengarkan testimoni dari orang-orang yang sudah mengalami operasi LASIK itu. Di Internet, kebanyakan yang saya temui adalah tentang apa itu LASIK, teknik operasinya, keunggulannya, kecanggihan alatnya, Rumah sakitnya, dokter-dokternya sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petock.wordpress.com&amp;blog=3384392&amp;post=4&amp;subd=petock&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menjalani operasi LASIK pada tanggal 9 Juli 2008. Sebelum mengambil keputusan untuk menjalani operasi mata tersebut, saya secara pribadi merasa was-was dan masih kurang mendengarkan testimoni dari orang-orang yang sudah mengalami operasi LASIK itu.</p>
<p>Di Internet, kebanyakan yang saya temui adalah tentang apa itu LASIK, teknik operasinya, keunggulannya, kecanggihan alatnya, Rumah sakitnya, dokter-dokternya sampai pada fasilitas fisik yang disediakan. Tetapi saya jarang sekali dapat menemukan cerita pengalaman orang-orang yang telah mengalami LASIK itu. Padahal, sebagai orang yang akan menyerahkan matanya (yang tak ternilai harganya ini) untuk diobok-obok, tentunya kita ingin sekali mengetahui sisi negatif yang mungkin akan kita temui sewaktu, setelah operasi LASIK itu.</p>
<p>Tulisan ini adalah kesaksian pribadi saya, tanpa ingin mengurangi segala hormat dan terima kasih saya kepada dokter, perawat dan pihak rumah sakit yang telah bekerja dengan sangat baik sehingga sekarang mata saya tidak memerlukan kacamata lagi untuk melihat. Saya sudah bisa melakukan kegiatan olahraga yang dulunya tidak bisa dilakukan karena harus selalu memakai kacamata.</p>
<p>Sebelum operasi: Kondisi kedua mata saya minus 9 dan silinder 100. Memakai kacamata sejak SD kelas 5. Karena terlalu tebalnya kacamata saya, maka lensanya tidak bisa menggunakan plastik lagi. Kacamata saya rasakan sangat berat dan mengganggu. Umur saya sewaktu menjalani LASIK 43 tahun. Jadi bisa dibayangkanlah betapa lamanya saya menderita karena harus menggunakan kacamata.</p>
<p>Keluhan terakhir sehingga saya harus memutuskan untuk LASIK adalah karena kepala saya tiap hari sakit, badan rasa keringat dingin ketika harus mengerjakan tugas di kantor, seperti mengetik di komputer, menulis dll. Setelah beberapa lama menganalisa, saya ambil kesimpulan bahwa mungkin mata saya sudah ada plus nya, maklumlah umur sudah 40 an tahun. Saya ke optik untuk beli kaca mata dan akhirnya dapat kaca mata progresif (yang ada minus dan plusnya). Tetapi masih tidak menolong. mata makin penat, kepala makin sakit. Seorang sahabat saya berkata, mungkin mata saya terlalu dipaksakan, dari minus tinggi harus langsung baca plus.</p>
<p>Akhirnya setelah sekian lama cari info sama teman, browsing internet dan terutama karena didorong keinginan supaya kepala tidak sakit lagi, saya minta surat pengantar di dokter mata yang ada di Makassar agar dapat di lasik saja di Jakarta. Dokter saya langsung memeriksa dengan USG dan berkesimpulan matanya sehat boleh di lasik. Dengan demikian makin mantaplah hatiku untuk menyerahkan kedua mataku ini untuk dipermak di Jakarta. Tapi sekali lagi, ehmm jauh di hati saya masih ada secercah keraguan bagaimana dengan efek negatif tindakan LASIK ini. Inilah yang saya tidak/ belum dapatkan di internet. Kawan-kawan yang telah menjalani LASIK cuman bisa memberitahukan bahwa mereka sekarang sudah tidak pakai kacamata. Tetapi proses detail menuju kesembuhan itu tidak diceritakan dengan lengkap.</p>
<p>Persiapan sebelum LASIK.</p>
<p>Setelah bertekad 100%, saya menelpon ke 2 buah Rumah sakit mata di Jakarta, yaitu Jakarta Eye Centre dan Klinik Mata Nusantara. Dan membuat perjanjian untuk dapat diperiksa kapan. Memilih dokter juga merupakan hal yang membingungkan pertamanya. Tetapi setelah mencocokkan dengan waktu saya untuk ambil cuti ke Jakarta akhirnya saya putuskan operasi di Jakarta Eye Centre di daerah Menteng. Pilihan ini adalah semata-mata karena faktor dekat dengan tempat saya menginap di Jakarta. Maklumlah saya dari Makassar. Bukan dikarenakan hal-hal lain. Pendapat saya untuk kualifikasi dokter LASIK tentu mereka sudah jago semua, untuk urusan Rumah Sakit keduanya tentu memberikan fasilitas yang sama bagus. &#8220;They have an equally expertise&#8221;</p>
<p>Persiapan yang harus kita lakukan adalah mengikuti syarat-syarat untuk di LASIK, antara lain Harus melepas kontak lens untuk waktu minimal sekian bulan dll. Ini semua bisa dibaca di internet. Tetapi pesiapan yang saya ingin ingatkan pembaca adalah Jangan lupa membawa teman/ keluarga yang bisa membantu menyelesaikan mulai urusan administrasi pembayaran sampai urusan tetek bengek setelah kita di operasi LASIK. Jangan pernah berpikir, habis di Lasik kita bisa pulang sendiri nyetir mobil atau jalan kaki seperti orang normal yg habis dioperasi bisul gitu. Setelah Operasi LASIK, pasien perlu bantuan dari orang lain!</p>
<p>Pemeriksaan Awal.</p>
<p>Siang hari 9 Juli 2008, datang ke JEC jam 14.00. Setelah mengisi formulir pendaftaran dan antri untuk pemeriksaan awal, pemeriksaan dimulai dengan test tekanan bola mata dan test-test lainnya. Untuk yang ini aku tidak terlalu paham. Untuk pasien lasik dilanjutkan dengan pemetaan bola mata yang akan memberikan hasil printout warna tentang kondisi bola mata kita. Pemeriksaan ini tidak sakit kok. Cuman mata agak sedikit hangat saja. Sama sekali tidak sakit.</p>
<p>Terus saya diperiksa oleh Prof. Istiantoro Sp.M dan karena saya kasih tahu saya dari luarkota Beliau langsung menawarkan untuk langsung di lasik saja, tidak usah pulang lagi karena semua sudah memenuhi syarat operasi. Saya pun langsung OK saja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petock.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petock.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petock.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petock.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petock.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petock.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petock.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petock.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petock.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petock.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petock.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petock.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petock.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petock.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petock.wordpress.com&amp;blog=3384392&amp;post=4&amp;subd=petock&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petock.wordpress.com/2008/11/12/lasik-pengalaman-pribadiku-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4745a98f8decb2a4f0d31e64370512d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petock</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencoba jadi Blogger</title>
		<link>http://petock.wordpress.com/2008/04/05/mencoba-jadi-blogger/</link>
		<comments>http://petock.wordpress.com/2008/04/05/mencoba-jadi-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 07:24:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petock</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petock.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Blog. Itu adalah kata yang makin lama makin populer aja di telinga kita. Sampai-sampai masyarakat sekarang banyak sekali direcoki dengan kata-kata yang berbau &#8220;Blog.&#8221; Lihat aja deh, kalo kita ke toko buku, eh.. banyak sekali judul buku yang themanya dari ajakan membuat blog sampai pada tulisan para blogger yg dijadikan buku dan dijual secara komersil, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petock.wordpress.com&amp;blog=3384392&amp;post=3&amp;subd=petock&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog. Itu adalah kata yang makin lama makin populer aja di telinga kita. Sampai-sampai masyarakat sekarang banyak sekali direcoki dengan kata-kata yang berbau &#8220;Blog.&#8221; Lihat aja deh, kalo kita ke toko buku, eh.. banyak sekali judul buku yang themanya dari ajakan membuat blog sampai pada tulisan para blogger yg dijadikan buku dan dijual secara komersil, dan eehh sukses! Pasar menerimanya.</p>
<p>Kesimpulannya itu apa? Ternyata tulisan kita yang kita anggap nyentrik, nyeleneh bahkan mungkin hmm &#8220;tidak sopan&#8221; di mata sebagian orang bisa juga punya nilai jual di masyarakat.</p>
<p>Kemajuan teknologi menjadikannya mudah sekali untuk menjadi blogger. Tidak diperlukan ketrampilan berkomputer yang &#8216;njlimet&#8217; disertai dengan kerutan kening untuk bisa membuat pesan-pesan, curahan hati kita ini dibaca oleh masyarakat di seluruh dunia. Trims buat para programmer komputer yang sudah menciptakan banyak program aplikasi yang sederhana sewaktu digunakan. Hmm.. walaupun waktu mereka membuatnya pasti deh.. dengan susah payah dan penuh kerutan kening. Trims juga untuk Masyarakat IT yang menyiapkan site-site gratisan untuk kita &#8216;curhat&#8217; menjadi blogger.</p>
<p>Dan akhirnya yang tidak boleh dilupakan adalah para pemasang iklan yang rela membelanjakan uangnya di site-site yang mereka anggap punya masa depan bagus dengan atas nama &#8216;hit&#8217; nya banyak, sedikit atau mungkin bisa jadi banyak.</p>
<p>Nah.. mulailah aku menjadi blogger. Just for fun to share my opinion to the world.</p>
<p>World.. here I come..!! </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/petock.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/petock.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petock.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petock.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petock.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petock.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petock.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petock.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petock.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petock.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petock.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petock.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petock.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petock.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petock.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petock.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petock.wordpress.com&amp;blog=3384392&amp;post=3&amp;subd=petock&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petock.wordpress.com/2008/04/05/mencoba-jadi-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4745a98f8decb2a4f0d31e64370512d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petock</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
